pelem

I really want to see this movie
http://www.youtube.com/watch?v=VvXVDo3OHUs

dipilih dipilih dipilih

Dipilih dipilih dipilih

Cihuy, ada tinta biru d kelingking saya :D. Akhirnya kemaren bisa datang k TPS bwt memilih. Pemilihan haari ini cukup membingungkan bwt saya. Dulu, sewaktu para calon presiden & wakil presiden sibuk berdebat di TV (itu bisa disebut debat gak ya :D), saya juga sibuk berdebat dengan suami menganalisis masing2 calon presiden dan wakilnya. Sampai satu hari sebelum pemilu, saya sudah menetapkan pilihan (hahahaha, kayak mau ngapain ajah). Saya pendukung capres-cawapres X. Pada hari pemilu, karena perbedaaan waktu 12 jam dgn WIB, maka pada saat saya baru akan memilih, media sudah mengumumkan hasil quick count. Hasil quick count ini cukup mencengangkan bwt saya, karena calon yg mnrt saya paling gak jelas kok malah dapat suara cukup banyak. Dalam perjalanan ke TPS yg gak seberapa jauh itu, saya jadi berpikir. Capres ideal menurut saya adalah kandidat X. Saya tidak ingin kandidat Z menjadi presiden. Peta sementara menunjukan urutan perolehan suara Y, Z, X, dgn perolehan suara kandidat X tertinggal cukup jauh dari kandidat2 lainnya. Saya jadi bingung mempertanyakan antara idealisme dan efektivitas pilihan saya. Kalau saya memilih sang calon ideal, kecil kemungkinan dia menang. Walaupun dia tidak menang, saya senang karena dgn tegas memberikan dukungan kepadanya. Tunggu dulu, kandidat Z ada di urutan no 2, dan hitungan baru sekian persen dari total suara. Ada kemungkinan kandidat Z mendapat suara yg jumlahnya beda tipis sama kandidat Y. kalau begitu, bisa2 terjadi pemilu 2 putaran utk Y dan Z. Saya tetap tidak ingin kandidat Z jadi presiden (kekeuh, he2). Kalau saya memilih Y, walaupun X tidak menang, saya bisa memperbesar perbedaan jumlah suara antara Y dan Z (walopun satu suara, hahahaha), dengan Z tertinggal jauh dari Y maka tidak akan ada putaran kedua dan Y keluar sebagai pemenang. Walopun X tidak jadi presiden, setidaknya Z juga tidak jadi presiden :D. Nah lho? Pilih siapa ya??? Pilih X berdasarkan idealisme, atau pilih Y dgn logika berpikir spt diatas? Sampai d TPS pun saya masih bingung, gak ada contekan :p.

Where_to_Eat_in_Houston_1

Last Sunday, I spent two wonderful hours for lunch in Pronto Cucinino, an outdoor Italian café that was located in the north midtown area. The outdoor area consists of four garden style round tables, which are arranged in a row and parallel with the road in front of the cafe. Each of those tables is completed with a pale gray umbrella and four green chairs that are made of iron. My seat was facing the busy traffic street. On my right side, there was a round fountain, about five feet in diameter. It was decorated with a black rooster that was standing on the top of the red rock in the middle of the pool. On the table at my left side, two women with the jogging clothes were talking and laughing out loud while enjoying their meals. I ordered raspberry flavor iced tea and the house specialty meal. It consisted of the roasted lemon garlic chicken breast served with garlic mashed potato and Italian style green beans. Those were arranged on a white porcelain plate and garnished with roasted lemon and fresh green rosemary leaves. The chicken breast was tender, juicy and smelled of lemon and black paper. It was very delicious. The taste was a combination of sweet, sour, slightly hot and spicy. The mashed potato was so soft that I felt like it melted in my mouth. The sautéed green beans were sweet, slightly salty and rich of garlic flavor. I ate so slowly to enjoy every unique flavor that came from the food on my plate. After two hours eating in the cozy outdoor atmosphere, accompanied by the warmth of the sun and the soft blowing of the wind, I left the café with a full stomach and a little bit sleepy.

The House on Mango Street and the Boy who Ate Stars

The House on Mango Street

Just finish reading this book, an interesting book. The story is about a young girl, Esperanza Cordero, who is living on the mango street.

"The neighborhood is one of harsh realities and harsh beauty. Esperanza doesn't want to belong - not to her rundown neighborhood, and not to the low expectation the world has for her. Esperanza's story is that of a young girl coming into her power, and inventing for herself what she will become"
(from the back cover of the book)

I like the way Sandra Cisneros wrote this book. Every chapter consist of a random story from Esperanza's point of view about everything happened or everyone who lives on Mango street.
The language style is also intereresting for me. I guess the grammar minded person will feel terrible to read it :D, but that's the beauty of this book. The language style is light, it's like the language we used to daily talk with friends in bahasa, - "makan yuuuk" instead of "mari kita makan",or "Ani ke sekolah" instead of "Ani pergi ke sekolah" - something like that lah.

After all, it's interesting to know what's there inside a young lady's head in seeing life & the world. I kind of like that kind of book lately. Previously, I read "The Boy who Ate Stars" (by Kochka) and love it. The story is about a girl, Lucy (11 years old), who lives in Paris and just move in to new neighborhood and met Mathew, an autism boy (4 years old). How they become friend and have a lot of interesting experience together. Making friend with mathew is not easy, because he is a very special boy, who see the world from his own eyes, that completely different. Everything is told from Lucy's perspective, and seeing the world trough Lucy's eyes & words is a wonderful experience. Seeing Lucy's world is like seeing Toto Chan's, simple, joyful and meaningful.

I love both of this book, I recomend them to other booklover. Now, I'm looking for other books from Kochka.

Pembeli (ajaib) vs Penjual

Penjual
Memberi bonus buku diskon setiap kali konsumen bayar di kasir. Buku ini berisi kupon2 diskon untuk produk2 di tokonya (syarat & ketentuan berlaku, hahahaha). Dengan ngasih kupon2 ini, penjual berharap pembeli jadi kalap setelah melihat banyaknya diskon dan cuma berlaku sampe minggu depan, jadi balik lagi keliling2 & membeli benda2 ber-diskon ini.

Pembeli
wah, ada diskon niyyh, baru tau. minggu depan gw k sini lagi deyh, beli2. Atau liat sekarang aja deh, takut gak sempat kesini lagi. Belanja lg ah, mumpung diskon.

Pembeli (ajaib)
waktu antri mau bayar di kasir, melihat pembeli sebelumnya dikasih buku diskon. Pembeli (ajaib) memutuskan keluar dari antrian, menitipkan keranjang belanjaannya sama sang suami, lalu mencari benda paling murah, lalu balik lagi ke kasir untuk bayar. Taraaaaaaa, dapat buku diskon deyhhh, huhuyyyy. Kembali mengambil keranjang berisi belanjaannya, terus membaca buku diskon, mulai beraksi deyh. Mengamati buku diskon dgn seksama, dan sama sekali tidak menemukan kata2 " kupon tidak bisa digabungkan dengan diskon lain", yessssssss.

Pembeli (ajaib) di depan kasir

Pembeli (ajaib) : "Mba, saya beli X, harganya 10. Di sini ditulis, kalo saya bisa beli X, saya bisa beli Y dengan harga 50%, jadi harga Y sekarang adalah 5. Kalo Z ini lagi sale, setelah diskon 40%harganya jadi 6. Nah, total pembelian saya kan 21 tuh. Dengan kupon ini, saya dapat 10 off kalau belanja diatas 20, jadi sekarang total harga saya jadi 11 (=21-10). Di depan ada tulisan " belanja diatas 10, gratis boneka (td udah ngecek harga boneka ini ternyata 12). Nah, karena saya belanja 11, jadi saya dapat boneka juga kan?" (sambil tersenyuum maniiiiiiis banget)

Penjual : (mikir, mencerna kata2 si pembeli satu ini. takjub, orang ini rajin kali mengitung2 & menggabung2kan diskon, seingat eike sebelum ini kagak ada tuyh yg make kupon diskon digabung2 sebanyak ini) mulai memasukan harga satu persatu & memasukan no seri kupon diskon. (mikir lagi, mhmm, kupon ini bisa digabung gak yah. eike tanya pak Bos dulu deyh, ntar kalo gak bisa, barabe deyh eike) " tunggu sebentar, saya tanya Pak Bos saya dulu yah"

Pembeli (ajaib) : "Ok" (menunggu, masih berusaha tersenyum, sambil harap2 cemas, kalo sukses gw hemat 60% boww)

Penjual & Pak Bos :
Penjual : "Pak, si pembeli yg itu menggabungkan kupon diskon dengan diskon umum yg ada di toko."
Pak Bos : "coba cek buku kupon diskon, ada aturan gak boleh digabung?"
Penjual : mengamati buku diskon dengan seksama & dalam waktu yg selama2nya "gak ada Pak"
Pak Bos : "masa siyh, coba saya liat" (mengamati sambil membalik2 buku diskon, beberapa kali)
Penjual : "bagaimana Pak"
Pak Bos : "Tidak ada, ya sudah kasih saja" (dengan wajah geram sambil mikir, mhmmm, lain kali harus hati2 mencetak kupon diskon, harus nambahin kata2 *kupon tidak bisa digabungkan dengan diskon lain, kok kmrn bisa lupa masukin tulisan ini yah. Untung baru satu ini konsumen yg perilakunya ajaib kayak gini)
Penjual : "Ok Pak" (bukan salah eike loh ya, eike kan udah konpirmasi ke Bapak Bos)

kembali ke depan meja kasir
Penjual : "Ini barang2 anda, terima kasih sudah belanja di tempat kami & ini buku kupon diskon yg baru"

Pembeli (ajaib) : (Huhuuyyyyyyy) "Terima kasih Mba'."

Keluar dari toko, suaminya Pembeli (ajaib) berkomentar "istrikuw...istrikuw, ngeliat diskon2an langsung blink2 & otaknya jadi enceeeeer banget". Pembeli ajaib (sambil nyengir lebar) "Itulah gunanya ada kalkulator HP, bisa bwt ngitung diskon , hahahahahah".